Derai-derai butir air tersiram rapuh ke dalam kolam kenistaan
Diawasi nyamuk-nyamuk malam yang bertengger di samping lampu taman
Menunggu cicak-cicak berhati mulia itu menerkam sayap-sayap mereka
Di permukaan
Sang purnama sebelah bercermin ria sambil bertanya tentang kecantikannya
Mereka tertawa
Tanpa tahu bintang-bintang telah mengusir mereka
Dawai-dawai violin bersenandung merdu di antara reruntuhan angin
Di balik kacamata kilas yang memantulkan cahaya daun melati
Air-air kenistaan mengalir di sela-sela selokan keberanian
Mengalirkan sebuah perhatian kepada jiwa-jiwa yang tak punya rumah untuk kembali
Membimbingnya menuju kaki langit
Lalu dilemparkan ke dalam lautan kasih sayang
5 September 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolonglah berkomentar dengan sopan, NO SPAM!, dan dengan bahasa yang santun pula. Karena komentar anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini ke depannya.