7 September 2018

Sebuah Rapat Penting

Derai-derai butir air tersiram rapuh ke dalam kolam kenistaan
Diawasi nyamuk-nyamuk malam yang bertengger di samping lampu taman
Menunggu cicak-cicak berhati mulia itu menerkam sayap-sayap mereka

Di permukaan
Sang purnama sebelah bercermin ria sambil bertanya tentang kecantikannya

Mereka tertawa
Tanpa tahu bintang-bintang telah mengusir mereka

Dawai-dawai violin bersenandung merdu di antara reruntuhan angin
Di balik kacamata kilas yang memantulkan cahaya daun melati

Air-air kenistaan mengalir di sela-sela selokan keberanian
Mengalirkan sebuah perhatian kepada jiwa-jiwa yang tak punya rumah untuk kembali
Membimbingnya menuju kaki langit
Lalu dilemparkan ke dalam lautan kasih sayang


5 September 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolonglah berkomentar dengan sopan, NO SPAM!, dan dengan bahasa yang santun pula. Karena komentar anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini ke depannya.