Lelaki itu pemuda milenial
Yang hanya hidup di zaman penjajah
Sama sekali tidak tertarik
Tentang apa yang ada di luar
Di bumi
Dia hanya punya dunianya sendiri
Dalam untaian kalimat
Terakit dalam satu barisan cerita dan isi hati
Kini Ia bertemu dengan zaman dimana harusnya Ia berada, merasa
Akankah Ia mampu bermimpi lagi,
Menciptakan dunia baru lagi,
Seperti sajak-sajak Hujan di Bulan Juni
3 September 2018
A tribute to Sapardi Djoko Damono : inspirator, idola, pribadi bijaksana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolonglah berkomentar dengan sopan, NO SPAM!, dan dengan bahasa yang santun pula. Karena komentar anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini ke depannya.