Aku
Dengan sepiku
Pada sangkar awan yang membisu
Menatap bumi dengan parau
Padahal jengkal yang kuperlukan untuk menggapai langit masih lah tak terkira
Kita seperti burung dalam sangkar yang berbeda
Tapi pada rumah yang sama
Hanya terdiam menahan diri
Dan ego
Menatap punggung seekor kerbau
Yang sedang dipijitkan oleh burung-burung jalak
Adakah jalan seketika tangan membukakan gerbang kebebasan
Dipertemukan dengan ketidaksengajaan
Pada waktu bertengger di dahan pohon cinta
Kamu
Dengan keramaianmu
Apa yang kau lakukan?
23 Februari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolonglah berkomentar dengan sopan, NO SPAM!, dan dengan bahasa yang santun pula. Karena komentar anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini ke depannya.