Seorang relawan terbaring lemas di sebuah medan perang
Seorang
Hanya seorang diri
Tanpa awan, tanpa cahaya
Dia bisa melihat renda-renda bertata emas pada lawan-lawannya
Tapi Ia, tanpa peluru maupun baju besi
Yang dia bawa hanyalah benih-benih apatisme yang ditanggungnya
Bersama pundaknya
Tak heran bahwa tak ada yang mau bersandar disana
Pundak seorang rantauan,
Seniman, Ilmuan
12 Desember 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolonglah berkomentar dengan sopan, NO SPAM!, dan dengan bahasa yang santun pula. Karena komentar anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini ke depannya.