Hujan, dan secangkir cokelat panas
Dan puisi
Melengkapi sebuah kelirihan dari pena seorang rantau
Ia memandang sebuah senja yang terbenam
Di balik bukit kebisuan
Mengumpulkan butir-butir rindu yang berserakan di atas rerumputan basah
Yang terkerumuni lalat-lalat senja
Hinggap di dedaunannya
Memorinya rapuh
Mengingat kembali bunga-bunga padma
Yang berjatuhan menghujani permukaan kolam
Teratai bening
Menghampiri jejak-jejak kakinya yang kecil
Menyeberangkannya ke sisi kolam
Bersama tunas-tunas
Yang mengucapkan selamat pagi kepada malam
18 September 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolonglah berkomentar dengan sopan, NO SPAM!, dan dengan bahasa yang santun pula. Karena komentar anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini ke depannya.