Layaknya sebuah musim
Harapannya begitu
Kepada bukit-bukit hijau di teluk lautan
Kepada pedagang-pedagang ramah
Yang menawarkan jasa trip ke pulau kecil di seberang
Kepada Jiwa-jiwa bekas tetesan embun hujan pagi
Yang mengering di bawah terik mentari
Tangannya tergenggam hangat tak terlepas
Tak ingin terlepas pada ikatan
Yang entah mereka ketahui akan seperti apa kelanjutannya
Layaknya sebuah musim
Hal gila terlalui dalam perjalanan mentari menuju ufuk barat
Setiap musim
Seperti membudaya
Dalam rindu dan hasrat mulia ingin bertemu
Jejak-jejak kaki itu mungkin sekarang telah terhapus
Oleh deru ombak di subuh hari
Namun fakta bahwa mereka telah bersama
Bersama dengan bukit yang kini mungkin telah menjadi gersang
Tak akan pernah berubah
Tersaksikan oleh Tuhan mereka dari lambaian nyiur di tepi pantai
!8 Juli 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolonglah berkomentar dengan sopan, NO SPAM!, dan dengan bahasa yang santun pula. Karena komentar anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini ke depannya.