23 November 2016

23 November 2016

Pukul 21:34

Selamat malam blog, kali ini aku sedang bebas dri tugas sekolah, sebenarnya bukan bebas, hanya membebaskan diri saja. Dan sejujurnya saja, aku tak punya banyak kuota ataupun pulsa, Jadi aku ingin mencurahkan beberapa hal, untuk mungkin sisa kuota internetku yang terakhir ini.
Kau tau, aku sudah kelas 12, jadi sebentar lagi akan menjadi mahasiswa, yee. Dan beberapa hal menyangkut masa depan, beberapa telah ku rencanakan, dan yah, aku tak banyak ingin berbicara tentang itu. Sudah 3 tahun sejak masuk sma tak terasa, kini aku menginjak stadium akhir, banyak sekali suka duka, lika liku hidupku yang aku alami, mungkin ini sebuah pembelajaran di luar sekolah, maksudku kehidupan. Menuju lebih dewasa lagi dan yah, aku telah bertemu banyak sekali orang dengan latar kehidupan dan budaya yang berbeda-beda, apalagi nanti ya waktu kuliah. Jadi aku harap, semoga semua yang ku jalani selama tiga tahun terakhir ini tak ada yang sia-sia, seperti orang bijak berkata "proses, bukan hasil". Aamiin
Kau tau, aku pernah bilang tentang suka duka lika liku kan? Benar, sejak aku dan dia kembali lagi bersama banyak sekali suka duka yang ku alami. Jadi sekarang tentang dia dan aku ya. Siapa lagi Je- lah. Kau tau, meski kelas kami berjauhan ataupun jarak kami yang berjauhan, kami tak pernah lupa berbagi kabar masing-masing, yah terkadang juga jika operator tak mengizinkan sekali dua. Namun, kau tau aku begitu bahagia bersamanya, entah mengapa masih misteri, tak pernah kurasakan hal seperti ini sebelumnya. Bagiku dia memang pertama, dan benar saja. Cinta pertama memang, aduh tak bisa ku katakan. Dia selalu membuat ku bersemangat menghadapi hari-hariku, terlepas dari orang tua tentunya. Namun terkadang aku pernah marah juga dengannya, sikapnya sekarang ini agak seperti berbeda dari sebelumnya, namun aku juga berpikir bahwa perubahan juga sangat perlu, asalkan baik, yah, aku hanya bisa berbohong tentang kemarahanku dan mendoakannya saja dari sini. Dan juga dia sangat keras kepala jika ku minta dia makan. Hanya sekedar makan, sarapan kah, siang kah, atau malam. Jawabannya selalu sama, masih kenyang. Namun aku senang saat dia bilang Alhamdulillah sudah tadi. Walaupun aku tidak tau, entah tadi kapan.
Kau tau orang ini sungguh spesial, bahkan dulu waktu aku masih labil-labilnya, aku pernah berpikir bahwa dia adalah jodohku. Haha, bagaimana menurutmu, lucu bukan? Yah kau tak bisa menyalahkan pemikiranku waktu smp dulu, namun lambat laun aku sadar, bahwa memang jodoh telah diatur oleh Allah Yang Maha Kuasa, asalkan kita sudah berusaha bukan? Jikalau dia memang jodohku ya pastinya kami akan bertemu kembali kelak, dan jikalaupun bukan, tak masalah. Satu hal yang penting adalah bahwa aku bertemu dengannya, berbagi dengannya, tertawa, menangis, dan semuanya. Jadi tolong juga maafkan aku jika seandainya aku juga pernah berbuat salah, karena aku manusia, bukan mesin.
Kau tau, hingga tiba saatnya kami dipaksa memilih masa depan kami masing-masing, kami yang menentukan dan kami yang memutuskan untuk berbuat apa setelah lulus sma nanti. Aku ingin menjadi seorang guru musik, kuliah di Yogyakarta, dan dia ingin menjadi seorang ahli gizi dan kuliah di...... Bogor. Kau tau, tak nyaman sekali rasanya begitu mendengar itu, bahwa kami akan diperlihatkan kenyataan esok akan berpisah bermil-mil jauhnya. Dan yah, aku tak bisa apa-apa, memangnya apa yang bisa kulakukan. Aku tak bisa begitu saja menentukan masa depan orang lain. Benar bukan? Dan yah, lagi-lagi do'a menjadi andalan utama senjataku untuknya. Maaf blog. Namun tiba pada suatu hari, dia menghubungiku dan memberitakan kabar bahwa dia tak diizinkan sekolah di luar daerah kecuali di Yogyakarta, wah. Kau tau, perasaanku seperti disiram oleh hangatnya sinar sang mentari kala itu. Lama pembicaraan, ku ketahui satu hal yang ganjil, bahwa di Yogyakarta tak ada fakultas dan jurusan sesuai keinginannya. Dan benar saja, diapun bilang seperti itu. Dia juga bilang bahwa dia diceramahi oleh orang tuanya, kau tau, aku begitu sedih mendengarnya begitu, akupun pernah merasakan seperti itu, saat itu. Aku sedang bercengkrama dengan kedua orang tuaku tentang pilihan jurusan dan tempat kuliah, namun aku hanya memikirkan satu yaitu pendidikan seni musik di Yogya, namun mereka berpendapat lain, mereka ingin aku mengambil jurusan bank di universitas lokal sebagai cadangan, aku pun jujur bahwa mungkin aku tak mampu. Tapi mereka tetap bersikeras, dan lama-lama akhirnya akupun disuruh memilih jurusan apa saja asalkan ada cadangan seandainya jika aku tak lulus di Yogya nanti. Tapi, aku yakin aku akan lulus dan pasti, Aamiin ya Allah.
Oke kembali pada cerita aku dan dia. Jadi, diapun juga bersikeras ingin mengambil ilmu gizi, dan lagi. Aku tak sanggup berargumen dan hanya mampu mendukungnya dan memberikan semangat kepadanya. Dan kau tau, malam ini, kami kembali berbicara tentang hal-hal yang berbau kuliah. Akhirnya dia berkata setelah diskusi dengan orang tuanya, hmm.. dia berkata bahwa dia diizinkan untuk kuliah di Bogor, dan aku hanya mengiyakan dan mengucap selamat, walaupun sebenarnya aku berbohong, namun yah, aku tidak ingin sekalipun gara-gara aku dia malah menjadi risau. Ku mohoh jangan risau. Jadinya, ku coba berkata semangat lagi dan sedikit berhasil memang. Dan selebihnya aku tak ingin berkata apapun lagi. Karena aku ini kau tau orangnya seperti apa. Dan yah..... aku sadar bahwa aku masih belum terlalu mengenalnya, dia berkata bahwa di luar daerah sana, ada keluarganya. Aku? Mungkin ada tapi aku tak tau yang mana. Heheh.
Jadi baguslah jikalau begitu, kan ada yang melindunginya di sana sementara itu.
Dan aku yah... tak ingin terlewat batas, terimakasih blog, kau telah mau mendengar curahan hati murahanku ini. Mungkin tak seberapa namun insya Allah nanti sisanya yang 80% ku katakan padamu pada lain waktu.
Jadi, kalau bisa tolong katakan padanya. Nanti, jangan lupa makan, jaga diri dengan sangat baik sekali, hindari pergaulan yang tidak perlu, berhematlah dengan cerdas, jaga kebersihan diri maupun lingkungan, jangan pernah memaksakan diri terlalu keras, jangan pulang terlalu larut malam, dan. . Sudahlah, aku siapa memangnya sok menyuruh begitu. Pokoknya sukses selalu, semangat selalu, semoga Allah selalu menyertai langkahmu Auliya Puadi, Jogang.

Karena hanya dengan sahabat, aku bisa memilikimu seutuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolonglah berkomentar dengan sopan, NO SPAM!, dan dengan bahasa yang santun pula. Karena komentar anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini ke depannya.