Pukul 21:20
Latepost.... But it's allright:)
Sebelumnya aku tidak tau harus mulai dari mana untuk menulis pos ini, karena rasanya ingatanku telah hilang untuk sementara, tapi aku akan berusaha untuk menulisnya.
Hari ini merupakan sejarah bagiku, kenapa? Sebab ini kala pertama kalinya aku memboncengi seorang wanita yang begitu ku sayang :)
Waktu itu menjelang pulang sekolah, dan pada saat aku hendak keluar dari gerbang sekolah, ku lihat dia sedang berdiri di pinggir jalan, dan sepertinya hendak menyebrang. Saat aku melewatinya aku melihat temanku yang juga temannya berkata kepadaku supaya mengantarnya pulang karena dia akan pergi ke warnet.
Mendengar hal itu, sontak aku tak bisa berpikir kritis lagi, ku lihat dia, sambil menundukkan wajahnya sedikit.
Akhirnya ku beranikan diriku sekuat tenaga untuk mendekatinya. Dan akhirnya ku tanya dan ku tawarkan untuk pulang bersama, yah karena kita juga toh satu jalur.
Saat ku mendekatinya, seperti hal yang biasa, ada teriakan cie-cie dari orang sekitar yang mengerti akan hal tersebut. Namun, hal itu tak ku pedulikan sedikitpun. Satu hal yang ada di pikiranku saat itu hanyalah dia.
Saat mendekat serasa tubuh ini mati rasa, kepala ini tak bisa berpikir semestinya, aku berusaha sekuat tenaga untuk menjaga nada suaraku dengannya, untuk mengatakan satu kalimat pun rasanya sulit sekali saat itu. Tapi setelah berbincang-bincang sejenak, mengajaknya pulang, sebenarnya aku tau dia bisa pulang sendiri naik angkot tapi karena kebetulan aku juga di sana saat itu :v dan melihatnya berdiri di bawah sinar mentari yang panas membuatku sedikit khawatir, lalu ku putuskan untuk menurunkan pijakan motorku untuknya, dan akhirnya dengan beberapa sedikit paksaan dia mau naik dan akhirnya......... Bismillah,
Saat itu gejolak yang tak biasa terjadi lagi dan kali ini lebih hebat daripada sebelumnya. Saat kami mulai jalan, tampaknya semua mata memandang ke arah kami, tapi hal itu ku rasa tak perlu di perhatikan balik.
Saat itu aku merasa seperti seorang laki-laki yang paling beruntung di dunia :D
Dalam perjalanan mengantarnya pulang tanganku selalu saja gemetar, makanya aku memacu sepeda motor itu dengan sangat hati-hati dengan dalih menjaganya dari hal-hal yang tak ku inginkan. Dalam perjalanan juga, sulit rasanya mulut ini tuk bicara walaupun seribu kata telah kupersiapkan dulu, dan hanya bebeapa diantaranya ku utarakan dan aku yakin dia juga seperti itu, dan kami bicara seperlunya saja selama perjalanan.
Akhirnya sampai juga di rumahnya, dan aku ucapkan Alhamdulillah karena telah sampai dengan selamat. Dia pun turun daru sepeda motorku, dan beberapa kali dia mengucapkan terima kasih, terima kasih, maaf udh ngerepotin dengan senyuman khasnya itu :) Dan akupun membalasnya dengan sama-sama, ndk apa-apa kok ndk ngerepotin sama sekali :) Kami berduapun tersenyum sejenak saling memandang, namun ku putuskan untuk kembali pulang juga karena ku rasa jika aku berlama-lama di sana aku akan pingsan dalam senyuman :D
Akhirnya aku mengucapkan salam dan beranjak pergi dari tempat itu, seraya menoleh ke belakang beberapa kali kebelakang melihatnya sebelum benar-benar hilang dari pandanganku.
Wajahnya masih terbayang, senyumnya masih terlihat, dan suaranya masih terngiang selama aku berjalan pulang ke rumahku. Sambil terlihat seperti orang "gila", aku tersenyum-senyum sendiri kala itu :D
Selama perjalanku pulang aku selalu mengucapkan Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah
Setelah sampai dirumah pun, tanganku masih gemetar atas kejadian yang tadi, jika saja aku bisa berteriak kala itu, aku akan berteriak memberitahu kepada dunia tentang hal ini. Aku seorang lelaki yang paling beruntung di dunia, dan yang paling bahagia di dunia.
Mungkin banyak lagi yang ingin kuceritakan, tapi intinya seperti itu lah.. :D
Terima kasih sekali lagi, kau bisa bersamaku hari ini walaupun hanya beberapa menit saja, tapi itu sudah membuatku sangat bahagia, Terima Kasih :)
Oh ya, satu lagi... Aku suka wangi parfum yang kau pakai, itu sangat menenangkan :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolonglah berkomentar dengan sopan, NO SPAM!, dan dengan bahasa yang santun pula. Karena komentar anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini ke depannya.