Kepada : (AP)
seseorang yang membuatku bahagia
Di malam indah
yang tenang dan sunyi ini, aku hanya ingin mengatakan beberapa hal padamu,
walaupun aku tak berharap kau akan membacanya suatu saat nanti.
Maaf, maaf,
maaf...
Dengan dari
lubuk hatiku yang paling dalam, aku melalui untaian kalimat-kalimat sederhana
ini.. Ingin meminta suatu hal darimu, yang mungkin bagimu itu adalah suatu hal
yang mudah karena aku yakin kau telah mengenalku sebagai seseorang dari dalam
hatimu, namun bagiku. Apa yang akan ku minta ini adalah suatu yang berharga
teramat sangat, karena hal ini yang kelak mungkin akan menuntunku sebagai
seorang yang berhasil.
Yah, walaupun
juga aku tak berharap engkau akan menuruti permintaanku ini.
Ini adalah
permintaanku. Sebagai seorang manusia biasa, “Tolong, terimalah permohonan
maafku ini, walaupun aku tak dapat mengatakannya langsung kepadamu, tapi aku
yakin kata-kata ini kan sampai ke lubuk hatimu yang terdalam, kau kan bisa
merasakannya. Layaknya aku merasakan jika kau memikirkanku di sana.”
Maafku ini
bukan hanya maaf biasa, sebagaimana malam ini adalah malam idul fitri, atau
besoknya adalah hari idul fitri, dimana orang-orang bersalam-salaman untuk
bermaaf-maafan. Tetapi aku minta maaf atas kekhilafan-kekhilafanku yang telah
lalu.. Aku tau, aku telah meminta kepada Allah Yang Maha Kuasa atas dirimu
dariku, tetapi aku rasa akan lebih baik jika aku mengatakannya, atau dalam hal
ini menulisnya langsung untukmu.
Aku tau, aku
hanya seorang yang hanya bisa meminta maaf, maaf, dan maaf. Tetapi itulah aku,
seorang manusia biasa yang tek sempurna sama sekali memang hanya bisa meminta
dan meminta.
Aku jadi ingat
dahulu saat kita masih satu SMP, saat itu beberapa hari setelah hari idul
fitri. Aku menjumpaimu sedang duduk bersama teman-temanmu di depan kelas IX.3
yang hebat. Saat itu tanpa berfikir panjang aku mendekatimu dan meminta maaf
juga layaknya tradisi idul fitri yang biasa. Engkau menatapku dan aku merasa
“tatapan dan senyuman itu setidaknya sekarang masih sama seperti yang dahulu”.
Aku mengulurkan tanganku untuk bersalaman, dan tangan yang halus dan lembut itu
meraih tangan yang banyak noda ini. Aku tau, itu merupakan suatu hal yang
dilarang syari’at, tetapi aku merasa aku telah dibebaskan dari noda dan
dosa-dosaku terdahulu saat tangan itu menyentuhku.
Tetapi
sekarang. Menatapmu saja dilarang, apalagi menyentuhmu. Karena ku tau, sekarang
kau bukan milikku lagi, walaupun dauhulu kita menyebut suatu hal yang sangat
bodoh yang disebut dengan cinta.
Dan walaupun
ku tau juga, sekarang kau telah berpisah dengannya karena kau memberitau ku.
Tetapi aku yakin perasaanmu dengannya takkan berubah dengan mudahnya. Karena ku
tau, kau menyayanginya lebih daripada kau menyayangiku, dan diapun melakukan
hal yang sama. Tapi setidaknya aku sediktit bisa bahagia melihatmu dengannya,
melihatmu tersenyum setiap hari, melihatmu tertawa setiap hari. Kau tau, aku
selalu melihatmu dari punggungmu walaupun kau tidak menyadarinya, walaupun yang
kau lihat hanya aku yang sedang berbincang-bincang lalu tertawa dengan teman-temanku,
tetapi disela-sela waktu itu, akupun mendapatimu yang sedang tertawa bersama
dengan teman-temanmu. Dan itu adalah suatu hal yang membuatku ingin tersenyum.
“Karena semua
yang kuinginkan adalah kebahagiaanmu, entah jika kau tidak bersamaku sekarang.”
Kau memang
yang pertama membuatku bahagia, dan kau memang yang pertama pula membuatku
menderita. Tapi sudahlah, itu merupakan masa lalu kelam yang bisa kita jadikan
pelajaran untuk kedepannya.
Maaf jika aku
tak bisa membuatmu bahagia,
Maaf jika aku
bukan menjadi orang yang kau inginkan,
Maaf jika aku
tak pernah memperhatikanmu,
Maaf jika aku
melepasmu untuk pergi,
Maaf jika
melalui kata-kataku engkau menangis,
Karena hal
yang paling sangat kubenci adalah jika membuat orang yang sangat kusayangi
menangis. Apalagi jika harus mendengarnya langsung. Bagiku itu adalah neraka
dunia yang sangat ganas dan kejam.
Jadi, sekarang
aku berharap engkau tidak menangis lagi membaca tulisan-tulisan sederhana ini,
seperti beberapa waktu yang lalu. Tapi jika bisa tersenyumlah seperti ketika
kau membaca novel romantis yang happy ending.
Sudahlah, aku hanya ingin engkau memahami setiap kata yang kutulis dalam
surat ini dan bisa mengerti aku disini yang setiap saat memikirkan dirimu.
Walaupun
sekarang yang kau tau, aku sedang bersama seseorang yang lain. Tetapi aku pikir
mungkin dia tidak menyukaiku, karena aku tak banyak merasakan apapun jika
bersamanya. Tidak seperti jika aku bersamamu, entah itu bersamamu melihatmu
saja membuat tubuhku bergetar tak karuan.
Aku bukannya
membanding-bandingkan, tetapi aku hanya berbicara fakta yang terjadi.
Huuf, kau tau.
Semua kehidupan ini sangatlah rumit, tetapi aku bersyukur bisa bertemu dengan
wanita sepertimu. Semua hal ini layaknya sebuah drama kehidupan yang sangat
bagus jika ku ceritakan kepada anak cucuku kelak :D
Jadi sekali
lagi aku ingin meminta maaf kepadamu yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang
paling dalam sedalam-dalamnya ini. Karena sepertinya aku telah memahami
beberapa kesalahanku dahulu sehingga membuat keadaan seperti sekarang ini.
Ada beberapa
alasan aku menulis permintaan maaf ini sekarang. Pertama aku takut jika aku
nanti tak dapat melakukannya lagi, jadi kugunakan kesempatan ini
sebaik-baiknya. Kedua, aku takut jika aku terlalu lama berdiam diri seperti
ini, engkau tak mau memaafkanku. Walaupun sebenarnya aku tau, jika walaupun ku
biarkan hal ini berlarut-larut, ku tau engkau pasti akan memaafkanku juga
lambat laun. Karena memang itulah kau, aku mengenal sifatmu. Begitu mengenalmu.
Aku sedikit tau karena kakakku juga merupakan seorang “LEO” jadi aku tau betul
jika seorang “LEO” punya masalah dan tau bagaimana menyelesaikannya.
Oh, ya dan
satu lagi. Mungkin aku akan sangat senang jika aku dapat mengatakannya
langsung, tapi tak ada yang tau hidup itu, hal itu semua juga kehendak Tuhan,
jadi selama masih ada kesempatan aku akan mengatakannya sekarang melalui
tulisan ini.
Berhubung
beberapa hari lagi tanggal 6 Agustus, jadi Selamat Ulang Tahun yang ke-17.
Semoga di tahun yang ketujuh belas ini, kau semakin tumbuh menjadi wanita yang
lebih dewasa, yang selalu berbakti kepada kedua orang tua, selalu rajin untuk
beribadah, semakin cerdas, tambah cantik, tambah, tambah, dan tambah semua
kebaikan dalam hidupmu.
Dan jangan
lupa untuk selalu makan teratur sehingga tidak terlalu kurus dan tinggal tulang
:D
***
Baiklah,
mungkin cukup sekian. Sekali lagi aku minta maaf dan sekaligus berterima kasih
yang sebesar-besarnya kepadamu telah hadir dalam drama kehidupanku ini, aku
hanya berharap dan selalu berdoa di sini agar kau sehat selalu, bahagia selalu,
agar nanti kau mengirimiku pesan isinya adalah kabar baik darimu.
Dan melalui
tetes-tetes air mata ini, aku mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, semoga
semua dosa-dosa kita terhapus dan kembali suci baik dari lahir maupun batin.
Dan untuk
semua teman-temanku terima kasih telah memberiku semangat, menemaniku dikala
senang maupun susah, untuk keluargaku yang selalu ada di sisiku di mana dan
kapanpun aku berada. Dan untukmu di sana, terima kasih telah memberiku semangat
selama ini, selalu ada di hatiku selama ini. Semoga kau selalu bahagia di sana.
Dan jika memungkinkan, kau boleh menungguku jika ingin, dan beritau aku jika
kau sudah bosan menunggu.
Sebenarnya
masih banyak lagi yang ingin ku katakan padamu
Masih
banyak,,,
Banyak lagi
Masih...
Tetapi,
Cukup sekian
saja, karena aku yakin kau akan bosan membaca ini jika aku tulis sebanyak
seratus lembar, jadi aku harap ini mewakili perasaanku dan semoga saja perasaan
ini tersampaikan kepadamu di sana.
Jika kau
menangis hapuslah air matamu, dan jika kau tersenyum jangan hapus senyuman itu.
Terima Kasih,
Dari : Faqih,
tetapi bukan Faqih yang itu. Faqih, Muhammad Faqih El Wathon :'D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolonglah berkomentar dengan sopan, NO SPAM!, dan dengan bahasa yang santun pula. Karena komentar anda sangat berarti bagi kemajuan blog ini ke depannya.